Rabu, 03 Juni 2009

Khasiat Temu Hitam Untuk kesuburan

Temu hitam merupakan tumbuhan semak, batang berwarna hijau dan agak lunak karena merupakan batang semu yang tersusun atas kumpulan pelepah daun, panjang batang kurang lebih 50 cm, dan tinggi tumbuhan dapat mencapai 2 meter.

Temu hitam merupakan tumbuhan yang dapat hidup secara liar di hutan-hutan jati, terutama di Pulau Jawa dari ketinggian 400-1.750 meter di atas permukaan laut dan tumbuhan ini menyukai tanah subur. Daunnya berbentuk lanset lebar dengan helaian daun yang tipis, warna daun hijau sampai coklat keunguan agak gelap. Bunga keluar dari ketiak daun atau samping batang. Bunga tertutup oleh 2-3 pelepah, panjang batang bunga 20-50 cm dan mahkota bunga berwarna krem sampai merah jambu.
Tumbuhan ini menghasilkan rimpang berukuran besar, bercabang merata dan merupakan umbi batang.
Temu hitam memiliki nama yang berbeda pada tiap daerah asalnya: Jawa temu ireng (Jawa), koneng hideung (Sunda), temo erang (Madura); Sumatera : temu item, temu erang (Melayu), temu hitam (Minangkabau); Sulawesi : temu lotong (Bugis), temu leteng (Makassar); Nusa Tenggara : temu ireng (Bali).

Khasiat temu hitam antara lain:
* menyuburkan kandungan

Pemanfaatan temu hitam untuk mencegah dan mengatasi gangguan:

Menyuburkan kandungan:
25 Gram temu hitam, 25 gram temu giring, 20 gram kencur direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum.

Nyeri Haid:
25 Gram temu hitam, 20 gram kencur, 20 gram kunyit, 2 ruas asam jawa direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum selagi hangat.

Membersihkan darah setelah melahirkan:
25 Gram temu direbus dengan air secukupnya hingga tersisa 200 cc lalu disaring dan diminum selagi hangat. Batuk
25 Gram temu hitam, 5 gr jinten, 25 gram kencur, 5 gram pulosari, 5 gram adas, dan airnya diminum.

Menjaga Kesuburan reproduksi

Pola makan yang seimbang berguna untuk meningkatkan kesuburan dan libido. Bisa menjadi terapi kesuburan bagi pasangan yang baru menikah dan mengharapkan kehadiran si kecil. Kesehatan setiap pasangan berpengaruh pada kesuburan mereka. Dengan menerapkan pola makan seimbang dan berolahraga teratur, kesehatan dan kebugaran seksual dapat terjaga.

Kekurangan zat gizi tertentu dapat juga menyebabkan ketidaksuburan. Pasangan yang melakukan terapi kesuburan dapat menyusun perubahan pola makan dengan memperbaiki kandungan gizi agar pola makan lebih sehat.

Perubahan Gaya Hidup

Alkohol dapat memengaruhi kesuburan, juga mengurangi penyerapan vitamin B dan mineral seperti seng. Kekurangan vitamin B6 dan asam folat berkaitan dengan ketidaksuburan, sedangkan seng adalah salah satu zat gizi penting untuk produksi sperma. Karena dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma, sebaiknya hindari alkohol.

Obesitas merupakan penyebab ketidaksuburan dan menurunnya libido pada pria dan wanita. Jika ingin menurunkan berat badan, sebaiknya kurangi asupan kalori. Namun, zat gizi esensial lainnya tetap dipertahankan (rendah kalori seimbang) untuk menjaga kesehatan calon ibu dan bayi.

Merokok tidak hanya mengganggu kesehatan, tetapi juga dapat menurunkan kesuburan pada perempuan. Perempuan yang aktif merokok maupun pasif bisa mengalami datang bulan tidak teratur.

Tingkatkan Jumlah Sperma

Pria menghasilkan sperma setiap saat, tetapi jumlah dan kualitasnya tergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Untuk menghasilkan sperma yang sehat, konsumsi bahan makanan yang kaya asam lemak esensial (seperti ikan dan minyak tidak jenuh ganda), vitamin A, B, C, dan E serta mineral seng dan magnesium.

Saat sperma masuk ke dalam tubuh perempuan, tubuh akan mengeluarkan antibodi yang mempersulit “kerja” sperma dalam membuahi telur. Nah, vitamin C inilah yang mempermudah reaksi dan meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan.

Seng dalam bentuk konsetrat dalam kelenjar seks pria, membantu menghasilkan sperma dan hormon pria. Pria biasanya kehilangan seng melalui keringat dan urin. Jika persediaan seng menipis, kadar sperma dan hormon pria jugs menurun.

Tubuh membutuhkan seng dalam jumlah sangat kecil, yang dapat diambil dari sumber makanan atau suplemen. Seng juga ampuh melindungi tubuh terhadap infeksi.

Berikut cara meningkatkan kesuburan, yakni melalui:

Diet. Pria dan wanita yang menderita obesitas perlu menurunkan berat badan.

Aktivitas. Lakukan aktivitas fisik yang menyenangkan agar tetap fit, seperti joging, jalan kaki, berenang, dan lain-lain.

Hindari kafein. Kadar kafein yang tinggi dalam darah dapat menurunkan produksi hormon prolaktin, yang terkait dengan ketidaksuburan seseorang. Karena itu, batasi konsumsi kafein dan soft drink.

Asup makanan kaya mineral. Contohnya, oyster, shellfish, sarden, udang, unggas, daging yang tidak berlemak, keju, telur, beras merah, whole grain, hati.

Kesuburan pada masa prakonsepsi (sebelum hamil) dapat ditingkatkan dengan memilih makanan khusus seimbang untuk mencegah kelebihan berat badan dan tetap melakukan olahraga teratur. Fokus utama prakonsepsi adalah memprioritaskan asupan zat gizi, antara lain asam folat, zat besi, vitamin C, vitamin E, vitamin B6, seng, selenium, dan kalsium.

10 Jenis Bahan Makanan Penting:

• Alpukat, mengandung vitamin C dan asam folat.
• Daging sapi dan daging kambing, mengandung zat besi dan vitamin B12.
• Buckwheat.
• Kol dan keluarga kol, sumber asam folat.
• Wortel, sumber vitamin A.
• Kiwi, sumber vitamin C dan vitamin E.
• Ikan herring, sarden, makarel, salmon, sumber omega-3.
• Telur dan unggas, sumber protein.
• Biji labu kuning, sumber vitamin E dan seng.

Selasa, 02 Juni 2009

peran zat gizi, vitamin dan mineral untuk kesuburan

Tanpa mengabaikan peran zat gizi lain, beberapa vitamin dan mineral sebaiknya menjadi perhatian Anda yang tengah merencanakan kehadiran sang buah hati. Ya, karena hampir semua vitamin dan mineral berfungsi sebagai ko-enzim (bertugas membantu kerja enzim) yang memungkinkan seluruh proses di dalam tubuh yang sehat berlangsung lancar, termasuk sistem reproduksi.

Sebenarnya, jika kita telah membiasakan diri berpola makan sehat dan bergizi seimbang, maka kebutuhan tubuh akan vitamin dan mineral tersebut bisa kita penuhi. Karena, tubuh kita hanya membutuhkan vitamin dan mineral dalam jumlah yang relatif sedikit jika dibandingkan zat-zat gizi lain. Namun, perlu Anda tahu, vitamin dan mineral mudah hilang dalam proses pengolahan makanan.

Selain itu, mengingat proses mengoptimalkan fungsi sistem reproduksi butuh waktu, sebaiknya Anda mulai jauh-jauh hari sebelum merencanakan kehamilan. Berikut beberapa zat gizi dan sumber bahan makanannya yang sebaiknya diperhatikan.

1. Vitamin A. Vitamin yang biasanya dihubungkan dengan kesehatan mata kita ini, ternyata berperan cukup penting dalam produksi sperma yang sehat. Umumnya, vitamin ini “dibentuk” tubuh dari senyawa beta-karoten, yakni sejenis zat warna tanaman yang memberi warna kuning jingga pada buah, sayur dan bunga. Namun, untuk menghindari terjadinya “penumpukan” vitamin dalam tubuh, sebaiknya kita tidak mengonsumsi lebih dari 25.000 IU (International Unit) vitamin A per hari tanpa berkonsultasi dulu dengan dokter.
Sumber beta karoten antara lain hati, mentega, margarin, telur, susu, ikan berlemak (misalnya makarel dan salem), asparagus, brokoli, wortel, mangga, ubi jalar merah, bayam, dan tomat.

2. Vitamin D. Kekurangan vitamin D dalam hewan percobaan akan menurunkan tingkat kesuburannya hingga 75%. Dalam penelitian lebih lanjut, diketahui bahwa hal itu berkaitan dengan peran vitamin D dalam metabolisme kalsium di jaringan reproduksi. Mereka menyimpulkan, jika hasil tes tersebut diaplikasikan pada manusia, maka untuk mengoptimalkan kesuburannya, vitamin ini sebaiknya dikonsumsi setidaknya 4000 IU setiap hari. Perlu diingat, konsumsi vitamin D tidak boleh berlebihan dan harus di bawah pengawasan dokter.

Sumber vitamin D diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan sinar matahari pagi. Selain itu, vitamin ini dapat diperoleh dari telur, mentega, margarin, minyak ikan, ikan tuna, ikan salmon, dan susu yang diperkaya vitamin D.

3. Vitamin E. Vitamin E dapat meningkatkan kemampuan sperma membuahi sel telur. Pada sebuah penelitian, sekelompok laki-laki yang produksi spermanya tidak normal diberikan 150-300 IU vitamin E per hari selama 8-40 minggu. Hasilnya, banyak diantara mereka yang produksi spermanya menjadi normal dan berhasil membuahi sel telur istrinya.

Vitamin E juga dapat mencegah keguguran karena perannya dalam menjaga kesehatan dinding rahim dan plasenta. Selain itu, vitamin yang larut lemak ini juga membantu tubuh memanfaatkan vitamin A.

Sumber vitamin E antara lain minyak tumbuh-tumbuhan, bekatul gandum (ada dalam bentuk minyak), padi-padian utuh, dan kecambah/tauge.

4. Vitamin B6. Salah satu vitamin B ini terlibat dalam banyak proses sistem reproduksi wanita. Kekurangan vitamin ini, antara lain akan menyebabkan terjadinya ketidakseimbangan hormon. Padahal, keseimbangan hormon estrogen dan progesteron, misalnya, penting untuk terjadinya suatu kehamilan

Vitamin B6 juga dapat menurunkan kadar hormon prolaktin (hormon yang mempersiapkan wanita untuk menyusui). Perlu Anda tahu, kadar hormon prolaktin yang tinggi dapat mempengaruhi ovulasi (proses lepasnya sel telur), sehingga mencegah terjadinya kehamilan. Umumnya, wanita yang memiliki kadar hormon prolaktin tinggi akan diberi dokter vitamin B6 antara 100-800 mg per hari.

Sumber vitamin B6, antara lain ayam, ikan, ginjal, hati, telur, beras merah, kacang kedelai, gandum dan produk olahannya, kacang tanah, sayur kol, pisang, dan ragi. Vitamin ini juga terdapat dalam susu dan produk olahannya, serta daging, namun hanya sedikit.

5. Vitamin C. Dalam buku Overcoming Infertility Naturally karangan Karen Bradstreet (Woodland Books, 1995) disebutkan, sebuah penelitian menunjukkan laki-laki dengan masalah sperm clumping (mani yang kental) yang diberikan 500 mg vitamin C setiap 12 jam dalam 1 bulan, mengalami penurunan masalah ini dari 67% menjadi 11%. Asal tahu saja, bila prosentase ini lebih dari 20% maka dianggap infertil atau tidak subur. Bagaimana pada wanita? Vitamin C berperan penting untuk fungsi indung telur dan pembentukan sel telur.

Selain itu, sebagai antioksidan (bekerja sama dengan vitamin E dan beta karoten), vitamin C berperan melindungi sel-sel organ tubuh dari serangan radikal bebas (oksidan). Radikal bebas dapat mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi, khususnya pada para pekerja keras dan mereka yang mengalami stres tinggi.

Sumber vitamin C antara lain jeruk, jambu biji, arbei, stroberi, pepaya, mangga, kiwi, gandaria, asparagus, brokoli, kembang kol, sawi, tomat, cabai merah, dan paprika (terutama yang merah).

6. Seng (Zn). Mineral ini berperan dalam pertumbuhan organ seks. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa seng berperan penting dalam pembentukan sperma yang sehat. Perlu Anda tahu, sel sperma memiliki kadar seng yang tinggi dibandingkan sel-sel tubuh yang lain. Seng juga menunjang kesuburan wanita, khususnya jika dikonsumsi bersama vitamin B6.

Penyerapan seng dalam tubuh bisa terhambat oleh kopi dan makanan-makanan lain. Oleh karena itu, jika dokter memberi suplemen seng, kita dianjurkan mengonsumsinya di antara dua waktu makan.

Sumber seng antara lain pada makanan hasil laut (seafood), daging, jeroan (misalnya, hati), kacang-kacangan, padi-padian, biji-bijian (misalnya biji labu/semangka), produk olahan susu, ragi, dan telur.

7. Selenium (Se). Setengah dari kadar selenium dalam tubuh laki-laki ditemukan dalam cairan maninya. Karena itu, mineral ini juga diduga berperan penting dalam produksi sperma yang sehat. Gejala kekurangan selenium antara lain tekanan darah tinggi, disfungsi seksual, dan ketidaksuburan.

Angka kecukupan gizi rata-rata yang dianjurkan (per orang per hari) untuk selenium adalah 70 mikrogram untuk pria 20-45 tahun dan 55 mikrogram untuk wanita pada usia yang sama (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi, 1998). Nah, mengingat rata-rata diet kita mengandung 20-60 mikrogram, maka ada “ruang” bagi kita untuk mengonsumsi suplemen selenium.

Sumber selenium antara lain beras, kuning telur, seafood, daging, jeroan, brokoli, bawang putih, tomat, ikan tuna, dan susu.

Tips menjaga kandungan zat gizi. Berikut beberapa kiat mempertahankan kandungan vitamin dan mineral dalam makanan/minuman yang akan kita konsumsi:
• Gunakan bahan makanan segar.
• Jangan biasakan menjemur atau menyimpan sayuran di tempat panas, sebelum mengolahnya.
• Olah sayuran dengan cepat, baik saat mengiris maupun mencuci.
• Jika terpaksa merendam, jangan terlalu lama.
• Masak sayuran dengan cepat dan gunakan sedikit air.
• Jangan menunda menyantap masakan terlalu lama setelah dimasak.
• Simpan sayuran dan buah segar di bagian yang terlindung dari cahaya dan cukup dingin di lemari es.
• Simpan susu di tempat yang sejuk dan terlindung dari cahaya (jika susu di simpan di dalam gelas, vitamin D-nya bisa rusak).

Kanker leher rahim...

Kanker leher rahim” adalah tumor ganas yang tumbuh di daerah leher rahim (serviks), yaitu suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dan liang senggama (vagina).

Kanker lehar rahim terjadi jika sel-sel yang ada di daerah tersebut membelah secara tak terkendali dan menjadi abnormal. Jika sel-sel tersebut terus membelah, maka akan terbentuk suatu massa jaringan yang disebut tumor. “Tumor” dapat bersifat jinak atau ganas. Jika tumor tersebut menjadi ganas, maka keadaanya disebut sebagai kanker leher rahim.

Penyebab kanker leher rahim
Penyebab dari terjadinya kelainan pada sel-sel leher rahim tersebut tidak diketahui secara pasti, tetapi terdapat beberapa faktor resiko yang dapat berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks tersebut :

1. HPV (Human Papilloma Virus)

HPV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan terjadinya kutil pada daerah genital (kondiloma akuminata), yang ditularkan melalui hubungan seksual. HPV sering diduga sebagai penyebab terjadinya perubahan yang abnormal dari sel-sel leher rahim.
2. Merokok
Tembakau dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh dan mempengaruhi kemampuan tubuh untuk melawan infeksi HPV pada serviks.
3. Hubungan seksual pertama dilakukan pada usia dini
4. Berganti-ganti pasangan seksual

5. Gangguan sistem kekebalan tubuh
6. Pemakaian pil KB
7. Infeksi herpes genitalis atau infeksi klamidia menahun

Gejala Kanker Leher Rahim
Pada awalnya perjalanan penyakit dari kanker leher rahim dapat berupa pembakal kanker atau lesi prakanker. Perubahan prekanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala dan tidak terdeteksi kecuali jika wanita tersebut menjalani pemeriksaan panggul atau pap smear.

Gejala biasanya baru muncul ketika sel serviks yang abnormal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan sekitarnya. Pada saat ini dapat timbul gejala seperti gangguan menstruasi, perdarahan vagina, serta keputihan.

Jika kanker berkembang makin lanjut maka dapat timbul gejala-gejala seperti:
• Berkurangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kelelahan
Nyeri panggul, punggung dan tungkai
• Keluar air kemih dan tinja dari vagina
• Patah tulang

Mencegah lebih baik daripada mengobati, kenali dini diri dan tubuh anda, termasuk pencegahan kanker leher rahim ini.

Senin, 01 Juni 2009

Kehamilan yang Tak Sempurna....

Tidak semua kehamilan berjalan lancar. Berbagai istilah seperti mium atau kista, seringkali membuat ngeri. Apa sih, yang sebetulnya terjadi? Ada berbagai penyebab mengapa suatu kehamilan bisa berjalan dengan tidak sempurna. Kegagalan tumbuhnya embrio, kesalahan letak penempelan telur, kromosom yang abnormal, serta masalah hormon bisa menyebabkan kehamilan menjadi bermasalah. Kehamilan bermasalah juga sulit dipertahankan sehingga kemungkinan besar gugur, bahkan sebelum Anda sempat membeli test pack. Nah, sekarang mari mengenal lebih jauh kehamilan bermasalah ini.

Kehamilan di Luar Kandungan, atau kehamilan ektopik, berarti sel telur yang sudah dibuahi oleh sperma tidak menempel di dalam rahim. Pada lebih dari 95% kasus kehamilan ektopik, sel telurnya justru menetap di tuba falopii sehingga kehamilan ini juga disebut dengan kehamilan tubal. Selain di sana, sel telur juga bisa menempel pada ovarium, perut, atau leher rahim. Bila sel telur yang sudah dibuahi berada pada semua area ini, embrio tidak bisa tumbuh karena organ-organ tersebut tidak memiliki cukup ruang ataupun jaringan yang bersifat melindungi seperti rahim. Jika embrio sampai tumbuh, calon ibu berisiko akan mengalami pendarahan dan terancam jiwanya. Janin dalam kehamilan ektopik tidak akan pernah lahir hidup, bahkan biasanya gugur pada delapan minggu pertama.

Gejalanya adalah mual muntah, pusing, lemah, dan rasa sakit pada salah satu bagian di perut bagian bawah. Disertai juga dengan pendarahan ringan. Jika tuba falopii pecah, akan terjadi pendarahan dalam yang sangat serius serta timbul rasa sakit yang amat sangat sehingga calon ibu kemungkinan besar bisa pingsan. Kehamilan ektopik merupakan salah satu kehamilan bermasalah yang sangat serius serta bisa mengancam nyawa wanita hamil. Tindakan untuk mengatasi masalah tergantung pada lokasi dan usia kehamilan.

Bila kehamilan ini terdiagnosa pada awal kehamilan, Anda akan disuntik methotrexate untuk menggugurkan telur tersebut dan tubuh Anda akan menyerapnya kembali. Jika kehamilan sudah berlangsung beberapa minggu, Anda perlu dioperasi untuk mengangkat telur itu keluar. Telur bisa juga dikeluarkan menggunakan laparoskopi, operasi yang tidak terlalu invasif terhadap tubuh. Jika Anda pernah mengalami kehamilan di luar kandungan tidak perlu berkecil hati, karena Anda masih bisa hamil normal dan sehat pada kehamilan berikutnya.

Kehamilan Dengan Mioma Mioma atau lengkapnya mioma uteri adalah tumor jinak yang terdapat pada rahim. Mioma yang muncul pada usia subur bisa mengurangi fertilitas karena menutup indung telur. Kemunculan dan pertumbuhan mioma berkaitan dengan kadar estrogen dalam darah. Pada saat hamil, kadar estrogen dalam darah meningkat sehingga mioma akan makin besar. Mioma tidak akan mengurangi jatah nutrisi bagi janin, namun akan mengurangi ruang bagi janin untuk berkembang di dalam rahim. Janin yang tumbuh bersama mioma berisiko memiliki kelainan posisi karena berdesakan dengan mioma. Bila letak mioma di leher rahim, janin akan sulit lahir normal, begitu pula dengan plasenta.

Gejalanya adalah anemia, lelah, pusing, sesak nafas. Meski mioma uteri dialami oleh 1 dari 4 wanita usia produktif, jarang ada yang terdeteksi sebelum kehamilan, karena di Indonesia wanita yang belum hamil pada umumnya tidak memeriksakan diri ke ginekolog. Berangkat dari pengalaman ini, mulai sekarang sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan leher rahim secara rutin. Tindakan untuk mengatasi mioma tergantung pada jenis, ukuran dan posisi mioma serta usia kehamilan. Mioma yang tergolong kecil bisa diobati untuk menyusutkan tumor dan menghilangkan gejala. Bila ukuran tumor besar dan tumbuhnya cepat, maka harus diangkat melalui operasi. Operasi pengangkatan mioma pada wanita hamil harus menunggu sampai janin berusia empat bulan. Penanganan radioterapi juga bisa dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu.

Kehamilan Dengan Kista Kista adalah kantung kecil berisi cairan yang muncul dalam jaringan tubuh secara tidak normal. Kista yang muncul di dalam ovarium (indung telur) bisa sebesar kacang atau bahkan sebesar buah jeruk. Kebanyakan kista ovarium tidak berbahaya dan sering ditemukan pada wanita usia subur. Beberapa dapat menyebabkan pendarahan dan rasa sakit. Ada pula kista yang berupa karsinoma (bibit kanker). Tanda adanya kista adalah rasa sakit pada perut bawah, otot pelvis, vagina, paha, dan punggung bawah. Rasa sakit ini bisa terasa terus menerus atau hilang timbul. Gejala lainnya adalah rasa mual (begah), muntah, pertambahan berat badan, kelelahan, pertumbuhan rambut di tubuh dan wajah meningkat. Timbulnya kista ovarium sangat berpengaruh banyak pada siklus menstruasi (tidak teratur, vlek, pendarahan) dan menimbulkan rasa sakit sebelum atau pada akhir masa menstruasi.

Tindakan untuk mengatasi masalah kista tergantung pada ukuran, gejala, dan jenis keganasan kista tersebut. Kista ada berbagai macam jenisnya dan dokter Anda akan menentukan perawatan setelah pemeriksaan menyeluruh. Bila kista timbul tanpa ada gejala atau rasa ketidaknyamanan, Anda hanya perlu melakukan pemeriksaan teratur ke ginekolog. Bila timbul rasa sakit, bisa diatasi dengan obat pain killer seperti ibuprofen atau acetaminophen. Bila kista berukuran lebih dari 5 cm, baik Anda dalam keadaan hamil maupun tidak, maka kista tersebut harus diangkat melalui operasi agar tidak pecah. Operasi pengangkatan kista pada wanita hamil harus menunggu sampai janin berusia empat bulan. Pada beberapa kasus, kista tersebut bisa hancur dengan sendirinya dan janin bisa tumbuh sehat. Kalaupun kista tidak hancur, janin tetap memiliki peluang untuk selamat.

Blighted ovum juga disebut sebagai kehamilan tanpa embrio. Setelah terjadi pembuahan, sel-sel tetap membentuk kantung ketuban namun embrionya tidak berkembang. Kondisi ini biasanya terjadi dalam trimester pertama sebelum si ibu menyadari dirinya hamil. Biasanya kehamilan ini gugur dengan sendirinya disebabkan oleh ketidaknormalan kromosom. Lima puluh persen kehamilan yang gugur di trimester pertama adalah karena blighted ovum. Sayangnya, blighted ovum tidak bisa dicegah. Tanda-tandanya mirip dengan kehamilan normal karena hormon hCG tetap meningkat.

Calon ibu bisa mengira dirinya hamil sampai akhirnya terlihat di USG bahwa rahimnya kosong. Solusinya natural saja. Tubuh perempuan pasti mengenali keabnormalan kromosom dalam janin yang tidak melanjutkan kehamilan secara alami karena janin tidak berkembang menjadi bayi yang sehat dan normal. Apabila Anda mengalami keguguran lebih dari satu kali berturut-turut, sebaiknya periksakan diri ke dokter untuk mencari tahu akar masalahnya. Dokter mungkin akan menyarankan tes genetika dan terapi selama 1-3 bulan sebelum Anda mencoba untuk hamil kembali.
Kehamilan anggur Kehamilan anggur adalah kehamilan dengan plasenta yang tidak normal karena masalah yang muncul pada saat sel telur dan sperma bergabung. Masalah ini disebabkan oleh ketidaksempurnaan genetik pada saat pembuahan, sehingga ada pertumbuhan jaringan abnormal di dalam rahim. Kehamilan anggur jarang menghasilkan embrio yang berkembang. Yang lebih cepat tumbuh justru bahan-bahan pendukung janin ketimbang sang janin itu sendiri. Bahan-bahan inilah yang terlihat seperti kumpulan sel yang berbentuk seperti anggur. Kehamilan anggur bisa terjadi tanpa janin sama sekali.

Hal ini terjadi ketika sperma membuahi telur yang kosong sehingga tidak ada embrio tetapi hanya ada plasenta di dalam rahim. Plasenta akan tumbuh dan memproduksi hormon kehamilan sehingga muncul tanda "positif" pada test pack Anda. Tanda-tandanya adalah peningkatan hCG serta tekanan darah, mual muntah, vlek dan pendarahan, serta memiliki gejala sakit tiroid. Lakukanlah pemeriksaan leher rahim untuk mengetahui tanda-tanda yang lain seperti rahim menjadi lebih besar atau lebih kecil, ovarium yang membesar, serta mendeteksi kadar hormon hCG yang abnormal. Sedangkan kehamilan anggur dengan plasenta abnormal dapat ditunjukkan dengan USG.
Tindakan untuk mengatasi masalah kehamilan anggur adalah kuretase dan pengeluaran janin. Anda yang mengalami kehamilan anggur perlu menunggu satu tahun sebelum mulai hamil lagi. Bila Anda pernah hamil anggur, sebaiknya tidak menggunakan IUD (spiral) sebagai alat kontrasepsi.

About hamil anggur....

kasus yang menarik dari seorang wanita usia 34 tahun. Diterima di laboratorium PA organ uterus atau rahim yang berukuran 12x 12 x 8 cm. Permukaan luar licin, abu-kecoklatan. Pada pembelahan tampak massa coklat-kehitaman yang mengandung gelembung-gelembung.

Pada pemeriksaan mikroskopik, ditemukan banyak villi khoreales avaskuler yang mengalami degenerasi hidropik dikelilingi sel-sel trofoblast. Dibagian lain tampak proliferasi sel trofoblat dengan inti besar dan hiperkhromatik, sesuai dengan trofoblast intermedier. Maka diagnosis, Mola Hidatidosa Komplit, Grade-2.

Apa dan bagaimana serta dampak lanjut dari kehamilan anggur atau Mola Hidatidosa yang di singkat dengan MH ?

MH dibagi atas MH komplit dan MH inkomplit atau partial. Pembagian ini berdasarkan gambaran mikroskopik dan kelainan khromosom yang terlihat.

Biasanya penderita mola adalah ibu-ibu yang berusia relatif muda di usia 20-30an tahun. Sebenarnya MH adalah abnormalitas dari placenta atau ari-ari bayi ditandai oleh pembengkakan struktur villi yang membentuk gelembung mola yang terlihat seperti gelembung buah anggur. Karena itu sering disebut kehamilan anggur, karena terlihat seperti setandan buah anggur yang biasa dijual di supermarket.

Masing-masing gelembung berdiameter1-30 millimeter dengan janin, tali pusat dan selaput amnion negatif atau tidak ditemukan.

Pada kehamilan anggur ini biasanya tidak ditemukan atau tidak dapat diidentifikasi adanya janin atau embryo. Rahim tampak membesar tidak sesuai dengan usia kehamilan. Umumnya ibu hamil normal pada usia kehamilan 20 minggu, rahimnya akan membesar setinggi pusat. Pada MH, pembesaran rahim akan jauh lebih cepat.

Pada MH jumlah khromosom biasanya normal, yaitu 85% 46 XX dan 15% 46 XY. Peneliti dari Jepang Kiajii dan Ohama menemukan, bahwa didalam inti sel-sel trofoblast MH komplit, baik dari ras oriental maupun kaukasia mengandung hanya khromosom dari ayah/ paternal tidak ditemukan adanya khromosom ibu. Karena itu disebut mempunyai asal androgenik.

Hal itu disebabkan, terjadinya gametosis dan fertilisasi/pembuahan abnormal. Pada kasus khromosome 46 XX, terjadi pembuahan pada sel telur yang kosong oleh satu sperma haploid. Pada kasus khromosom 46 XY, terjadi pembuahan sel telur kosong oleh dua sperma haploid yang dilanjutkan kemudian melakukan fusi dan replikasi.

Jadi kelaianan primer pada MH komplit terletak pada sel trofoblast, sedangkan pembengkakan menyerupai buah anggur hanya fenomena sekunder akibat perubahan fisiologik yang dipicu oleh proliferasi sel trofoblast.

Frekuensi MH komplit dari berbagai belahan dunia, berbeda-beda. Di Amerika Serikat sangat rendah yaitu 1 dari 2000 kehamilan pada ibu muda dan sehat. Di Asia Tenggara (tidak termasuk Indonesia) angka kejadian MH komplit 4-5 kali frekuensi di USA. Berturut-turut frekuensi semakin tinggi sebagai berikut: di Mexico City (1:200), Filipina (1:173), India (1:160), Taiwan (1:125). Di Indonesia ternyata frekuensi MH komplit tertinggi diseluruh dunia yaitu 1:82 kehamilan.

Pada kehamilan normal, seharusnya kadar serum betaHCG mulai menghilang pada usia kehamilan 14 minggu. Sedangkan pada MH komplit, level betaHCG terus meningkat setelah usia kehamilan 14 minggu.

Seringkali ditemukan gejala keracunan hamil seperti : hipertensi, pembengkakan terutama di kaki dan albuminuria atau urine yang mengandung protein albumin.

MH komplit dapat berlanjut dengan berbagai kelainan yang lebih berat, seperti dapat terjadi kanker ganas, bahkan sangat ganas yang disebut Choriocarcinoma.

Karena itu, penderita MH komplit seharusnya dilakukan kuret beberapa kali, sampai rahimnya benar-benar bersih dari sel trofoblast yang abnormal. Dan juga sambil berbarengan di check kadar atau level atau titer serum beta-HCG sebagai counter check. Bila serum beta-HCG telah normal, barulah tindakan kuret dihentikan.

Ada literatur yang mengkaitkan ibu hamil dengan protein dalam darah yang rendah (hipoproteinemia) yang menjadi penyebab MH. Kalau dipikir-pikir ada benarnya juga. Sebab sel telur kosong bisa disebabkan oleh rendahnya kadar protein dalam tubuh ibu hamil, sehingga sel telur normal yang siap dibuahi tidak pernah terbentuk.

Hal ini perlu penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang mencukupi, kalau bisa dengan jumlah sampel besar. Mumpung Indonesia menjadi juara satu di dunia dalam kasus angka tertinggi kejadian MH komplit.

Usia Produktif Untuk Hamil

Anak merupakan faktor yang penting dalam sebuah keluarga. Itulah sebabnya, ketika menikah, sebagian besar pengantin baru sibuk mencari cara segera mendapatkan momongan. Namun jika istri tak kunjung hamil, apa yang terjadi?

Sekitar 10-15% pasangan usia subur mengalami masalah infertilitas atau ketidaksuburan. Penyebabnya, bisa pihak wanita, bisa juga laki-laki. Atau, bisa pula keduanya. Bahkan ada penyebab lain yang tidak diketahui. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 50-80 juta pasangan usia subur mengalami kesulitan mendapatkan keturunan.

Menurut dr. Indra NC Anwar, SpOG dari Klinik Fertilitas Teratai RS Gading Pluit, seseorang dinyatakan infertil jika dalam satu tahun pernikahan belum hamil juga. Itu dalam kondisi suami istri usia produktif (di bawah 35 tahun) yang berhubungan secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Demikian pula jika usia pasangan, terutama istri sudah di atas 35 tahun dan dalam tiga bulan pertama setelah melakukan hubungan suami-istri secara teratur tanpa memakai kontrasespsi. “Sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke ahli fertilitas,” ujarnya.

Berdasarkan data, infertilitas karena faktor istri mencakup 45%. Masalahnya bisa terdapat pada saluran telur (40%), ovulasi (15-25%), periterium/endometriosis (25%), mulut rahim (5%), dan rahim (5%).

Sedangkan karena faktor suami sekitar 40%. Dari laki-laki, sumber masalahnya kemungkinan berasal dari kelainan pengeluaran sperma (3%), kelainan produksi dan pematangan sperma, penyempitan saluran mani karena infeksi bawaan (6%), faktor imunologik/antibodi, anti sperma (2,9%), serta faktor gizi.

Sisanya sebesar 10-15% merupakan faktor-faktor yang tidak terjelaskan. “Beberapa faktor yang tak bisa dijelaskan ini juga disebabkan oleh beberapa hal,” sambung dr. Irsal Yan, SpOG.

Ia mengungkapkan bisa saja karena ilmu kedokteran memang belum sampai ke sana. Juga karena fertilitas terbukti bawaan dari beberapa masalah lainnya. Antara lain kebiasaan, gaya hidup, teknologi, dan lainnya.

Untuk gaya hidup, Irsal menyayangkan banyaknya pasangan yang menunda mempunyai bayi, padahal jam biologis terus berdentang. Kesempatan hamil pun semakin menurun seiring dengan bertambahnya usia. Pada usia 20-an tahun, kesempatan hamil sebesar 20-30%. Usia 30-an menurun menjadi 15-20% dan pada usia 40-an menjadi 10% saja.

Sementara untuk kasus subfertil yang bisa berarti infertilitas atau steril (mandul) adalah 1-3%. Berbeda dengan pria yang memiliki ‘pabrik sperma’, wanita hanya memiliki ‘gudang telur’. Sebab itulah wanita akan mencapai masa menopause atau habisnya sel telur di ‘gudang’ tersebut.

“Tapi tak perlu khawatir. Sekitar 90% dari pasangan menikah dengan syarat-syarat sempurna pasti akan langsung hamil,” imbuh Irsal.

Di antara berbagai penyebab sulitnya pasutri mendapatkan keturunan, ternyata gaya hidup menyumbangkan angka yang cukup besar dalam infertilitas, yakni 15-20%. Gaya hidup yang serba cepat dewasa ini rentan membuat seseorang terkena stress. Kondisi jiwa seperti ini menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan spermatogenesis, spasme tuba fallopi, dan disfungsi seksual yaitu menurunnya frekuensi hubungan suami istri.

Faktor gaya hidup lainnya yang menyebabkan kesulitan memiliki anak adalah malnutrisi, kegemukan atau terlampau kurus, kanker dan terapinya, merokok, konsumsi kafein berlebihan, konsumsi alkohol dan obat-obatan, serta usia. Olahraga yang berlebihan juga bisa menyebabkan seorang wanita sulit hamil karena mengganggu siklus haid.

“Penanganan pasutri sebagai satu kesatuan merupakan tindakan yang paling baik,” saran dr. Harijanto, SpOG, MM, Koordinator bagian Obstetri dan Ginekologi RS Gading Pluit. Pada prinsipnya, penanganan infertilitas ada dua macam, yaitu dengan pengobatan konvensional atau dengan teknologi reproduksi berbantu.

Pengobatan konvensional antara lain dengan pemberian obat-oabatan, baik untuk tujuan menghilangkan faktor penyebab, memicu produksi sperma, memperbaiki pematangan sperma, memperbaiki transport sel, dan mencegah kerusakan sel sperma. Sementara gangguan kesuburan akibat kerusakan atau kelainan anatomi di saluran telur bisa ditangani dengan operasi.

Jika gagal, teknik yang layak dicoba adalah melalui inseminasi atau bayi tabung. Di Indonesia, Klinik Teratai merupakan salah satu yang terpercaya dengan tingkat keberhasilan sebesar 46,2% atau di atas tingkat keberhasilan nasional yang 30%. Bayi tabung pertama yang lahir dari Klinik Teratai lahir pada tanggal 6 Februari 2008 dengan normal dan sehat hingga saat ini.

Tapi, apapun langkah yang diambik, sebelum melakukan tindakan apapun, konsultasikan dulu dengan dokter kandungan Anda.