Sabtu, 06 Juni 2009
Pak Sobri
Ya,mungkin ada yang sudah familiar dengan nama tersebut atau sama sekali belum pernah dengar?
Pak Sobri adalah seorang bapak yang sangat low profile dan ramah berasal dari Halmahera,walaupun berbadan tinggi besar,namun suaranya sangat menenangkan para suami istri yang sedang cemas karena belum berhasil mendapatkan keturunan.
Cara pengobatan dengan pijat pada telapak kaki dan tangan,dan diberikan kapsul racikan sendiri untuk suami dan
istri.
Banyak pasangan suami istri yang sudah lama mendambakan anak berhasil mendapatkan anak,setelah datang berobat dengan pak Sobri,asalkan yakin dan percaya juga mengikuti anjurannya.
Jika ingin mencoba,bisa datang ke alamat pak Sobri di:
Jl. Dewi Sartika Cililitan Kecil Rt 008/013 No 15 Jakarta.
pas perempatan dewi sartika, ada baliho besar ANTV, sebelah toko kelontong DEWI masuk gang kecil
(Bisa tanya dengan orang2 disekitar untuk jalan masuknya)
HP:0818703931
Siklus Haid Bermasalah....
|
Jumat, 05 Juni 2009
Pengobatan Tabib Munzir...
| |
| Tabib Munzir hadir tak hanya mengatasi beragam penyakit, pasutri yang belum dikarunia momongan pun bisa ia tangani. Hanya dengan tiga kali terapi dan minum ramuan tradisional perpaduan Cina, Arab dan Eropa, pasien bisa dikarunian momongan. “Sebelum terapi, kami adakan pengecekan terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kesuburannya,” tambahnya. Seperti yang dialami pasutri Agus Putra dan Komang Anik. Pasutri asal Denpasar ini sudah empat tahun menikah belum dikaruniai momongan. Sebelumnya mereka sempat pasrah dan menjadikan itu beban. Setelah dua kali terapi dan meminum ramuan yang diberikan Tabib Munzir di Klinik Tao-Zen, pasutri ini akhirnya bisa tersenyum lebar. Mereka telah dikaruniai momongan. Persoalan sulitnya punya anak seperti yang dialami Agus Putra dan Komang Anik dikatakan Tabib Munzir bukan yang pertama ia tangani. Bahkan sudah puluhan pasutri yang telah menjajal ramuannya. “Masalah pasutri tak hanya masalah sulit punya anak. Masalah tidak harmonis dalam rumah tangga atau kehilangan gairah seks serta masalah lain yang menyangkut rumah tangga dapat teratasi,” katanya. Sistem penyembuhan yang diterapkan Tabib Munzir menggunakan alat elektro refleksiologi hangat dan panas yang tujuannya untuk memperlancar peredaran darah. Alat ini biasanya dipakai oleh pasien yang menderita penyakit asam urat, rematik, strok, migran, vertigo, kelumpuhan, dan berbagai jenis penyakit lain yang berhubungan dengan masalah peredaran darah tidak lancar. Klinik Tao-Zen juga memakai metode akupuntur untuk jenis penyakit tertentu. Bahkan dengan teknik ini bisa mengeluarkan gumpalan darah kotor. “Kami juga menggunakan perpaduan ramuan kuno dari Cina, Arab dan Eropa. Penderita strok dan kanker, menurut Tabib Munzir, harus menjalani terapi secara rutin minimal selama sebulan untuk penyembuhan secara menyeluruh. Sehingga bisa tuntas hingga ke akar-akarnya. Ini dibuktikan oleh beberapa pasien yang menjalani terapi di Klinik Tao-Zen. “Setelah terapi, mereka melakukan pengecekatan di rumah sakit. Hasilnya sel kanker mereka telah mati,” katanya. Tabib Munzir juga bisa mengatasi masalah nonmedis, misalnya memisahkan pasangan PIL/WIL, pengasihan serta persoalan buang sial. Informasi hubungi Klinik Tao-Zen, telepon (0361) 8609224.-adv/lik |
Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang bayi tabung/inseminasi buatan.
MEMUTUSKAN
Memfatwakan :
1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah-kaidah agama.
2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya).
3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.
4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.
Jakarta, 13 Juni 1979
DEWAN PIMPINAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Teknik Akupuntur untuk Bantu Kehamilan
Teknik akupuntur kini banyak digunakan di AS untuk membantu seorang wanita
bisa menjadi hamil. Menurut laporan dari American Society for Reproductive
Medicine, terapi dengan menggunakan akupuntur yang dilengkapi dengan konsumsi
obat tradisional telah membantu banyak wanita menjadi hamil. Di AS banyak
wanita yang menunda memiliki anak sampai usia 30 hingga 40 tahun.
Ketidaksuburan lalu menjadi sebuah tantangan karena diperkirakan 3 juta
pasangan di AS dikabarkan tidak mampu melakukan pembuahan setiap tahunya.
Klinik Kesuburan kemudian tumbuh menjamu bak tumbuhnya jamur dimusim hujan.
Dari klinik itulah kemudian para dokter berani berujar bahwa banyak wanita
yang gagal hamil jika harus melakukan terapi secara konvensional.
Tidak heran para wanita itu kemudian beralih ke pengobatan alternatif seperti
akupuntur yang dilengkapi dengan penggunaan obat-obat tradisional dari ramuan
tumbuhan alias jamu.
Sejumlah dokter mengingatkan untuk dilakukan penelitian sejauh mana
efektifitas dari terapi akupuntur meski ada juga yang lain yang menyatakan
tindakan akupuntur tidak masuk dalam ilmu pasti.
Studi yang dipublikasikan pada tahun 2002 silam melalui The Journal
Fertifility and Sterility menyebut kepopuleran terapi akupuntur di Jerman.
Studi itu dilakukan oleh Dr. Wolfgang Paulus dari The University of Ulm yang
menemukan bahwa 42% wanita yang mendapatkan terapi akupuntur sebelum dan
sesudah IVF misalnya menjadi hamil bila dibandingkan dengan 26% yang tidak
mendapatkan terapi akupuntur.
Setahun kemudian Dr. Raymond Chang dan rekanya dari Cornell University's
Medical School di New York mempublikasikan laporan pada jurnal yang sama yang
menyatakan bahwa akupuntur akan membuat para wanita lebih rileks dan sirkulasi
produktifitas horman menjadi lancar yang akan membuat aliran ke uterus dimana
sang jabang bayi berada bisa lebih terjaga.
Menurut Dr Dr. Paul C. Magarelli yang merupakan spesialis kesuburan dari
Colorado Springs, Colorado, karena dua penelitian itu dipublikasikan melalui
sebuah jurnal yang prestisius maka kemudian banyak dokter yang lalu mencobanya.
Seorang akupuntur dari Stanford University for Integrative Medicine di Palo
Alto, Deming Huang mengatakan bahwa banyak pasien wanita yang kemudian mulai
menanyakan soal manfaat akupuntur ini kepada para dokter.
Terapi akupuntur sebagai usaha untuk membuat seorang wanita hamil kemudian
malah merambah ke layar kaca saat diserial TV Sex and The City karakter yang
memerankan sosok Charlotte mengungunjungi seorang akupuntur untuk berusaha
mengalami kehamilan.
Kamis, 04 Juni 2009
Jika Aku Tak Kunjung Hamil....
| |
Resah Saat Si Baby Belum Juga Hadir...
Jika Anda merasa terganggu dengan berbagai pertanyaan "menyudutkan" seperti itu, penting untuk menggali lebih dulu mengenai keinginan Anda (atau ketidakinginan Anda) memiliki anak. Coba jawab dengan jujur, apakah Anda ingin memiliki anak karena:
* Akan makin mendekatkan hubungan Anda dengan pasangan, atau Anda khawatir Anda dan pasangan dianggap "tidak mampu" memiliki anak?
* Hidup berkeluarga akan makin lengkap dengan kehadiran anak, atau tradisi menuntut Anda untuk memiliki anak?
* Untuk melanjutkan keturunan karena hal ini ada dalam kitab suci, atau Anda merasa harus "mengejar setoran" karena usia tak lagi muda?
* Anda dan suami sangat mencintai anak-anak, atau Anda dulu gagal menjadi orang yang Anda inginkan dan berharap anak yang dapat melakukannya?
* Anda memiliki naluri keibuan yang harus tersalurkan, atau Anda hanya ingin terbebas dari desakan keluarga?
Bila Anda lebih banyak mengkhawatirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kedua, mungkin sebaiknya Anda berpikir ulang mengenai keinginan mempunyai anak. Bila kelahiran anak hanya disebabkan tuntutan dari luar diri Anda (seperti desakan keluarga), hal ini menjadi tidak adil bagi si anak. Sering kali orangtua merasa tidak sanggup memiliki anak, entah karena masalah biaya, tanggung jawab, atau memiliki anak tidak dirasakan sebagai "panggilan" bagi dirinya sehingga hadirnya anak hanya dirasakan sebagai beban. Anda memang tidak sepenuhnya salah karena lingkungan kitalah yang menuntut kita untuk meneruskan tradisi ini.
Adapun bagi Anda yang memang sudah lama mengharapkan kehadiran anak, Anda memang patut resah ketika si kecil tak juga hadir menemani Anda. Meskipun begitu, Anda tak sepatutnya merasa tersiksa akibat rongrongan dari orang-orang di sekitar Anda. Anda sudah cukup cemas, gelisah, atau sedih karena harapan Anda belum terpenuhi, maka tidak selayaknya orang lain makin membebani pikiran Anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah menyalahkan itu.
Nah, bila saat ini Anda merasakan keresahan yang sama dengan perempuan-perempuan lain yang belum juga dianugerahi momongan, inilah yang perlu Anda pikirkan untuk melenyapkan kegelisahan Anda.
1. Selama 15 tahun terakhir, jumlah perempuan yang melahirkan pertama kali pada usia antara 30-39 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada periode yang sama, jumlah perempuan usia di atas 40 tahun yang melahirkan untuk pertama kalinya, meningkat 50 persen. Jadi, memang ada kecenderungan demikian, yang artinya Anda tidak sendiri.
2. Risiko yang dihadapi dalam kehamilan setelah usia 35 tahun kadang-kadang dibesar-besarkan. Banyak wanita yang tetap mampu melahirkan dengan lancar, dengan anak yang sehat. Dalam banyak studi, terlihat bahwa wanita yang sehat hanya menghadapi risiko kehamilan yang rendah, meskipun kehamilan di atas usia 35 tahun sering dianggap meningkatkan risiko komplikasi. Dalam hal ini, usia bukan satu-satunya hal yang menentukan risiko, melainkan juga kesehatan Anda. Usia memang tak lagi dapat dilawan, tetapi Anda masih bisa mengubah pola hidup yang lebih sehat, bukan? Dan, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab Anda lho, tetapi juga suami.
3. Masalah kesuburan yang sudah menurun, perubahan hormon yang memengaruhi ovulasi, menurunnya jumlah sel telur yang siap diovulasi, atau komplikasi kehamilan adalah beberapa risiko yang umumnya akan dihadapi perempuan usia di atas 35 tahun. Meskipun demikian, perkembangan dalam dunia medis dapat membantu perempuan menjalani kehamilan yang sehat. Anda dapat menjalani perawatan untuk meningkatkan kesuburan, mengurangi kekentalan darah, atau apa pun yang berkaitan dengan gangguan kesehatan pada diri Anda.
4. Ajak suami untuk ikut memeriksakan kesehatannya agar Anda berdua tahu apakah ada faktor dari diri suami yang juga menyulitkan Anda hamil. Bila Anda berdua sudah mengetahui penyebabnya, tentu akan lebih mudah menentukan perawatan apa yang harus dilakukan.
5. Sadarkah Anda bahwa ada hal yang menguntungkan dengan hamil pada usia yang sudah matang? Secara finansial maupun secara hubungan dengan pasangan, Anda sudah stabil. Anda mampu menjalani perawatan yang dibutuhkan (karena obat-obatan dan pemeriksaan lab tergolong mahal), dan sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman mengurus anak, seperti keponakan.
6. Studi yang dilakukan Columbia University dan Johns’ Hopkins School of Medicine menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan perempuan berusia matang mampu menjalani hidupnya dengan lebih baik. Studi The Johns Hopkins (yang sudah berjalan selama 40 tahun) mendapati bahwa anak-anak dari ibu yang berusia matang cenderung tidak mengalami kehamilan saat remaja, umumnya kuliah di tempat yang baik, dan tidak terlibat dalam tindakan kriminal.
7. Meskipun selalu ada peningkatan risiko, mayoritas bayi yang lahir dari ibu berusia matang lahir dalam keadaan sehat. Dokter umumnya akan selalu memonitor kesehatan, dan menyarankan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Khawatir secara berlebihan justru akan berakibat buruk pada Anda dan pada bayi yang sedang Anda kandung (bila Anda saat ini sedang hamil). Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menjalani perawatan selama kehamilan, menerapkan pola makan yang sehat, dan menikmati kehamilan Anda.
