Sabtu, 06 Juni 2009

Pak Sobri

Sudah ada yang pernah dengar nama PAK SOBRI? Atau pernah berobat langsung kesana.....
Ya,mungkin ada yang sudah familiar dengan nama tersebut atau sama sekali belum pernah dengar?
Pak Sobri adalah seorang bapak yang sangat low profile dan ramah berasal dari Halmahera,walaupun berbadan tinggi besar,namun suaranya sangat menenangkan para suami istri yang sedang cemas karena belum berhasil mendapatkan keturunan.
Cara pengobatan dengan pijat pada telapak kaki dan tangan,dan diberikan kapsul racikan sendiri untuk suami dan
istri.
Banyak pasangan suami istri yang sudah lama mendambakan anak berhasil mendapatkan anak,setelah datang berobat dengan pak Sobri,asalkan yakin dan percaya juga mengikuti anjurannya.

Jika ingin mencoba,bisa datang ke alamat pak Sobri di:

Jl. Dewi Sartika Cililitan Kecil Rt 008/013 No 15
Jakarta.
pas perempatan dewi sartika, ada baliho besar ANTV, sebelah toko kelontong DEWI masuk gang kecil
(Bisa tanya dengan orang2 disekitar untuk jalan masuknya)
HP:0818703931

Siklus Haid Bermasalah....



Menstruasi merupakan proses alami pada setiap perempuan. Walaupun sudah jadi kodrat perempuan dan datang tiap bulan, tidak sedikit yang merasa tersiksa waktu menjelang atau saat menstruasi berlangsung.

Menstruasi adalah pengeluaran darah dan sel-sel tubuh melalui vagina yang berasal dari dinding rahim, secara periodik. Proses dimulai pada masa pubertas dan merupakan salah satu penanda kesuburan seorang perempuan.

Meski demikian, tidak sedikit perempuan yang merasa tersiksa ketika menstruasi datang akibat rasa nyeri yang begitu hebat. Ketika haid, banyak kaum Hawa yang mengeluhkan rasa sakit di perut bagian bawah. Kadang meluas hingga ke pinggul, punggung bagian bawah dan paha, bahkan kaki bisa terasa pegal-pegal.

Rasa sakit ini juga bisa menjalar ke bagian kepala hingga menyebabkan pusing. Bahkan, ada wanita yang sampai pingsan karena tidak kuat menahan sakit bulanan.

Nyeri bervariasi

Nyeri haid atau yang dalam istilah medis disebut dismenore merupakan hal lumrah yang dialami banyak perempuan di dunia. Namun, ada pula yang tidak merasa sakit sama sekali, sehingga tetap bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan nyaman. Tingkat nyeri yang dialami bervariasi pada setiap perempuan. Ada yang hanya ringan, ada juga yang merasakan nyeri sangat hebat.

Ambil contoh kejadian yang dialami Siska. Karyawati swasta berusia 34 tahun ini selalu merasakan sakit yang sangat hebat ketika mendapat tamu bulanannya. Saking hebatnya, ia seringkali terpaksa tidak masuk kerja dan memilih beristirahat di rumah. "Sakit`banget. Kalau bisa memilih, lebih baik saya tidak mens lagi deh," ujarnya pasrah.

Lain dengan cerita Melanie. Gadis berusia 26 tahun yang berprofesi sebagai desainer ini sama sekali tidak merasakan sakit ketika menstruasi. "Biasa saja. Tidak ada rasa sakit apa pun. Rasanya sama seperti sehari-hari saja," katanya enteng.

Ulah prostaglandin

Ada berbagai teori yang menjelaskan mengapa perempuan mengalami nyeri saat haid. Teori yang paling mendekati adalah yang menyatakan bahwa saat menjelang menstruasi, tubuh perempuan memproduksi suatu zat bernama prostaglandin.

Salah satu fungsi zat ini adalah membuat dinding rahim berkontraksi dan pembuluh darah sekitarnya terjepit. Intensitas kontraksi ini berbeda-beda pada tiap individu dan bila berlebihan akan menimbulkan nyeri ketika menstruasi.

Selain itu, prostaglandin juga merangsang saraf nyeri di rahim, sehingga menambah intensitas nyeri. Zat ini juga bekerja di seluruh tubuh. Inilah yang menjelaskan mengapa ada gejala lain yang menyertai nyeri ketika menstruasi.

Prof. DR. Dr. Biran Affandi, Sp.OG (K), FAMM, dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengingatkan bahwa nyeri haid yang terjadi terus-menerus setiap kali haid sampai mengganggu kegiatan sehari-hari, bisa jadi merupakan tanda ada yang tidak beres pada rahim.

Hilang sendiri

Nyeri haid dibagi menjadi dua, yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Pembagian ini didasarkan atas penyebabnya: apakah karena adanya kelainan pada rahim atau tidak.

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi yang bukan disebabkan oleh kelainan pada panggul dan sekitarnya. Serangan nyeri ini bisa bersifat hilang timbul atau menetap. Biasanya nyeri terasa 24 jam sebelum menstruasi dan berakhir 24-36 jam setelah menstruasi berhenti.

Dismenore ini terjadi sekitar 2 atau 3 tahun setelah menstruasi pertama dan mencapai klimaksnya pada saat perempuan berusia 15-25 tahun. Setelah itu, rasa nyeri akan menurun seiring bertambahnya usia dan menghilang dengan sendirinya setelah perempuan melahirkan. Meskipun sakit, dismenore tidak berbahaya, tidak juga menyebabkan gangguan kesuburan.

Karena Endometriosis

Apabila dismenore terjadi ketika usia sudah melebihi 20 tahun, masuk dalam kategori dismenore sekunder. Kondisi ini biasanya berhubungan dengan kelainan yang berasal dari daerah panggul dan organ di dalamnya. Nyeri ini bisa terjadi seminggu sebelum menstruasi dimulai dan akan semakin kuat saat menstruasi. Namun, nyeri ini akan hilang setelah dua hari atau lebih setelah menstruasi berhenti.

Banyak kondisi kelainan yang dapat menyebabkan dismenore sekunder. Contohnya, bila menderita endometriosis, penyakit kandungan yang disebabkan tumbuhnya jaringan otot nonkanker sejenis tumor fibroid di luar rahim.

Endometriosis harus jadi perhatian serius kaum perempuan. Jika tidak diobati, endometriosis akan memengaruhi proses kehamilan. Banyak pengalaman menunjukkan, hampir 40 persen perempuan yang menderita endometriosis kesulitan mendapatkan keturunan.

Infeksi rahim, polip rahim, ataupun tumor pada rahim juga bisa menyebabkan terjadinya dismenore sekunder.

Kenali perubahannya

Untuk memastikan tipe dismenore, bisa dilakukan dengan pemeriksaan ginekologis. Dengan mengenali berbagai perubahan yang dialami, seperti jumlah dan lama menstruasi, sakit ketika berhubungan seksual, serta bagian tubuh yang sakit, dapat membantu dokter menentukan pemeriksaan dan penanganan yang paling diperlukan.

Setelah mengetahui jenis dismenore, dapat dilakukan pengobatan yang tepat. Kebanyakan perempuan dengan dismenore primer akan diberi obat antiperadangan bukan steroid (NSAID) yang menghambat produksi serta kerja prostaglandin.

Bisa juga dengan menggunakan obat penghilang rasa sakit seperti aspirin, ibuprofen, dan naproxenen yang dijual bebas di pasaran. "Meski obat ini dapat dibeli bebas, disarankan agar pasien berkonsultasi lulu dengan dokter," sebut Prof. Biran.

Sementara itu, dismenore sekunder ditangani dengan mengidentifikasi dan mengobati penyebabnya. Jika disebabkan endometriosis, yang harus dilakukan adalah menangani endometriosisnya agar nyeri bisa dikurangi.

Jika Perdarahan Tak Kunjung Henti

Dalam rentang 2-7 hari ketika menstruasi akan keluar volume darah total 20-80 cc. Menurut Mayo Foundation for Medical Education and Research, 18 persen wanita usia subur mengalami perdarahan tak normal. Darah haid yang keluar bisa lebih banyak dari biasa (menoragia).

Secara umum, menoragia dipicu oleh:

- Tidak seimbangnya hormon. Dalam kondisi menstruasi normal, kadar hormon estrogenn dan progesteron sesuai dengan kondisi dinding uterus (endometrium) untuk mengatur volume darah. Ketika terjadi ketidakseimbangan hormon, endometrium mengeluarkan darah lebih banyak.

- Penebalan dinding rahim saat hamil. Lapisan ini akan luruh setelah melahirkan.

- Polip. Benjolan yang tumbuh di dinding rahim akibat tidak seimbangnya hormon. Saat polip luruh, menyebabkan perdarahan relatif banyak.

- Penggunaan AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Jika terlalu lama digunakan tanpa kontrol yang baik, dapat memicu perdarahan.

- Penggunaan obat-abatan-seperti antiradang.

- Kelainan pada uterus seperti tumor (mioma uteri), gangguan kontraksi, atau gangguan pelepasan lapisan endometrium saat haid.

- Disfungsi ovarium. Gagalnya proses pelepasan sel telur menyebabkan estrogen tidak seimbang.

Gejala menoragia yang mudah dikenali adalah darah keluar terus-menerus setiap beberapa jam, bahkan pada tengah malam. Darah kental yang keluarpun banyak. Selain merepotkan karena harus sering ganti pembalut, menoragia juga menyebabkan nyeri perut yang mengganggu.

Jika mengalami hal ini lebih dari tiga kali masa haid, segeralah ke dokter. Dokter akan memberikan zat besi dan obat pereda kram perut serta penghambat aliran darah. Terapi hormon juga bisa membantu. Tindakan yang bisa dilakukan sendiri adalah istirahat dan menghindari obat yang berefek pada pencairan darah seperti aspirin.

Praktis Atasi Nyeri Haid

• Kompres perut bagian bawah dengan botol berisi air panas (di bawah pusar) atau pinggang bagian belakang. Lakukan sambil berbaring, tetapi jangan sampai tertidur, agar air panas tidak melukai kulit perut Anda.

• Lakukan pemijatan secara lembut di sekitar perut bawah dengan gerakan memutar menggunakan ujung-ujung jari. Atau gosok daerah pinggang secara perlahan.

• Asup minuman hangat.

• Konsumsi makanan ringan, tetapi sering.

• Utamakan mengasup makanan kaya karbohidrat kompleks seperti buah-buahan, sayuran, dan sereal.

• Hindari makanan tinggi garam, gula, alkohol, kafein.

• Perbanyak minum air putih.

• Berbaring dan ganjal kaki dengan bantal supaya posisinya lebih tinggi, atau tidur miring dan lutut ditekuk.

• Menungging, sehingga rahim tergantung ke bawah. Posisi ini dapat membantu rileksasi.

• Lakukan teknik rileksasi seperti meditasi atau yoga, atau bernapas dalam secara perlahan beberapa kali.

• Boleh menggunakan obat antiinflamasi yang dijual bebas, seperti ibuprofen, tetapi sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

• Konsumsi suplemen vitamin E, B6, dan magnesium, atau minyak ikan. Berdasarkan penelitian di berbagai negara Eropa, suplemen tersebut dapat mengurangi nyeri haid.

• Mandi air hangat, lebih nyaman jika ditambahkan terapi aroma yang berkhasiat menenangkan.

• Tidur cukup. Kurang tidur dapat menyebabkan kelelahan, sehingga sensitif pada rasa sakit.

• Lakukan olahraga teratur seperti jalan kaki. Olahraga dapat meningkatkan produksi endorfin yang merupakan penawar sakit alami. Olahraga juga dapat mengurangi stres, sehingga dapat meredakan nyeri.

Siklus Haid Pengaruhi Kesuburan

Siklus haid atau menstruasi idealnya datang setiap bulan dengan rentang waktu antara 21 hingga 35 hari. "Kebanyakan perempuan memiliki siklus haid 28 hari," kata Prof. DR. Dr. Biran Affandi Sp.OG, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari FKUI.

Siklus yang normal cenderung menggambarkan organ reproduksi yang sehat. Sistem hormonalnya pun berjalan baik. Ini ditunjukkan dengan sel telur yang terus diproduksi dan siklus haid yang teratur.

Intinya, secara kasat mata fungsi reproduksi diyakini dalam kondisi sehat. Siklus yang normal ini juga mempermudah perempuan untuk menghitung masa suburnya, sehingga lebih mudah menentukan bila merencanakan kehamilan maupun menunda kehamilan.

Kenyataannya, tidak semua perempuan memiliki siklus haid yang normal. Banyak di antara mereka yang siklus haidnya tidak teratur atau tak memiliki pola waktu tertentu. Contohnya, siklusnya semula 30 hari, kemudian tidak mendapat haid selama satu bulan atau bahkan beberapa bulan. Keadaan ini bisa dikategorikan sebagai haid dengan siklus panjang.

Di sisi lain, ada juga perempuan yang dalam sebulan mengalami haid lebih dari sekali. Contohnya, haid terjadi pada tanggal 10, kemudian datang lagi pada tanggal 25 di bulan yang sama. Haid yang berlangsung kurang dari 21 hari dikategorikan sebagai siklus haid yang pendek.

Siklus pendek maupun panjang sama-sama menunjukkan adanya sesuatu yang tidak normal pada metabolisme hormonal tubuh. Dampaknya pun sama, perempuan jadi mengalami kesulitan untuk hamil.

Pada siklus pendek, sel telur tidak terlalu matang, sehingga sulit dibuahi. Sementara pada siklus panjang, sel telur jarang diproduksi, sehingga perempuan tersebut mengalami masa tidak subur yang panjang.

"Waspadalah jika mengalami siklus haid yang berubah-ubah. Bisa jadi ini mendatangkan masalah infertilitas," ucap Prof. Biran.

Kondisi ini umumnya diakibatkan oleh kondisi fisik dan psikis yang tidak stabil, misalnya kelelahan, stres berlebih, ataupun pola makan yang salah. Ketiganya sangat berpengaruh terhadap metabolisme dan hormon tubuh.

Karena itu, untuk memperbaiki siklus haid sangat terkait dengan ketiga hal tersebut. Jika merasa sudah menjalani pola hidup sehat, tetapi masih saja mengalami gangguan menstruasi, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

"Siapa tahu ada penyebab lain yang tidak terdeteksi seperti polip atau penyakit lain,"

Jumat, 05 Juni 2009

Pengobatan Tabib Munzir...

LEBIH dari empat tahun Tabib Munzir membuka Klinik Tao-Zen yang beralamat di Jalan Gunung Mendala Wangi No. 12 B, Pemecutan Kelod, Denpasar. Belum ada satu pun persoalan segala jenis penyakit yang sulit teratasi. Dengan pengobatan alternatif yang memakai sistem modern, semua pasien yang telah datang ke klinik ini berhasil disembuhkan.

Tabib Munzir hadir tak hanya mengatasi beragam penyakit, pasutri yang belum dikarunia momongan pun bisa ia tangani. Hanya dengan tiga kali terapi dan minum ramuan tradisional perpaduan Cina, Arab dan Eropa, pasien bisa dikarunian momongan. “Sebelum terapi, kami adakan pengecekan terlebih dahulu untuk mengetahui tingkat kesuburannya,” tambahnya.
Seperti yang dialami pasutri Agus Putra dan Komang Anik. Pasutri asal Denpasar ini sudah empat tahun menikah belum dikaruniai momongan. Sebelumnya mereka sempat pasrah dan menjadikan itu beban. Setelah dua kali terapi dan meminum ramuan yang diberikan Tabib Munzir di Klinik Tao-Zen, pasutri ini akhirnya bisa tersenyum lebar. Mereka telah dikaruniai momongan.
Persoalan sulitnya punya anak seperti yang dialami Agus Putra dan Komang Anik dikatakan Tabib Munzir bukan yang pertama ia tangani. Bahkan sudah puluhan pasutri yang telah menjajal ramuannya. “Masalah pasutri tak hanya masalah sulit punya anak. Masalah tidak harmonis dalam rumah tangga atau kehilangan gairah seks serta masalah lain yang menyangkut rumah tangga dapat teratasi,” katanya.
Sistem penyembuhan yang diterapkan Tabib Munzir menggunakan alat elektro refleksiologi hangat dan panas yang tujuannya untuk memperlancar peredaran darah. Alat ini biasanya dipakai oleh pasien yang menderita penyakit asam urat, rematik, strok, migran, vertigo, kelumpuhan, dan berbagai jenis penyakit lain yang berhubungan dengan masalah peredaran darah tidak lancar. Klinik Tao-Zen juga memakai metode akupuntur untuk jenis penyakit tertentu. Bahkan dengan teknik ini bisa mengeluarkan gumpalan darah kotor. “Kami juga menggunakan perpaduan ramuan kuno dari Cina, Arab dan Eropa.
Penderita strok dan kanker, menurut Tabib Munzir, harus menjalani terapi secara rutin minimal selama sebulan untuk penyembuhan secara menyeluruh. Sehingga bisa tuntas hingga ke akar-akarnya. Ini dibuktikan oleh beberapa pasien yang menjalani terapi di Klinik Tao-Zen. “Setelah terapi, mereka melakukan pengecekatan di rumah sakit. Hasilnya sel kanker mereka telah mati,” katanya. Tabib Munzir juga bisa mengatasi masalah nonmedis, misalnya memisahkan pasangan PIL/WIL, pengasihan serta persoalan buang sial. Informasi hubungi Klinik Tao-Zen, telepon (0361) 8609224.-adv/lik

Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang bayi tabung/inseminasi buatan.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang bayi tabung/inseminasi buatan. Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia

MEMUTUSKAN
Memfatwakan :

1. Bayi tabung dengan sperma dan ovum dari pasangan suami isteri yang sah hukumnya mubah (boleh), sebab hak ini termasuk ikhtiar berdasarkan kaidah-kaidah agama.

2. Bayi tabung dari pasangan suami-isteri dengan titipan rahim isteri yang lain (misalnya dari isteri kedua dititipkan pada isteri pertama) hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang rumit dalam kaitannya dengan masalah warisan (khususnya antara anak yang dilahirkan dengan ibu yang mempunyai ovum dan ibu yang mengandung kemudian melahirkannya, dan sebaliknya).

3. Bayi tabung dari sperma yang dibekukan dari suami yang telah meninggal dunia hukumnya haram berdasarkan kaidah Sadd a z-zari’ah, sebab hal ini akan menimbulkan masalah yang pelik, baik dalam kaitannya dengan penentuan nasab maupun dalam kaitannya dengan hal kewarisan.

4. Bayi tabung yang sperma dan ovumnya diambil dari selain pasangan suami isteri yang sah hukumnya haram, karena itu statusnya sama dengan hubungan kelamin antar lawan jenis di luar pernikahan yang sah (zina), dan berdasarkan kaidah Sadd az-zari’ah, yaitu untuk menghindarkan terjadinya perbuatan zina sesungguhnya.

Jakarta, 13 Juni 1979
DEWAN PIMPINAN
MAJELIS ULAMA INDONESIA

Teknik Akupuntur untuk Bantu Kehamilan

Teknik akupuntur kini banyak digunakan di AS untuk membantu seorang wanita
bisa menjadi hamil. Menurut laporan dari American Society for Reproductive
Medicine, terapi dengan menggunakan akupuntur yang dilengkapi dengan konsumsi
obat tradisional telah membantu banyak wanita menjadi hamil. Di AS banyak
wanita yang menunda memiliki anak sampai usia 30 hingga 40 tahun.

Ketidaksuburan lalu menjadi sebuah tantangan karena diperkirakan 3 juta
pasangan di AS dikabarkan tidak mampu melakukan pembuahan setiap tahunya.
Klinik Kesuburan kemudian tumbuh menjamu bak tumbuhnya jamur dimusim hujan.

Dari klinik itulah kemudian para dokter berani berujar bahwa banyak wanita
yang gagal hamil jika harus melakukan terapi secara konvensional.

Tidak heran para wanita itu kemudian beralih ke pengobatan alternatif seperti
akupuntur yang dilengkapi dengan penggunaan obat-obat tradisional dari ramuan
tumbuhan alias jamu.

Sejumlah dokter mengingatkan untuk dilakukan penelitian sejauh mana
efektifitas dari terapi akupuntur meski ada juga yang lain yang menyatakan
tindakan akupuntur tidak masuk dalam ilmu pasti.

Studi yang dipublikasikan pada tahun 2002 silam melalui The Journal
Fertifility and Sterility menyebut kepopuleran terapi akupuntur di Jerman.

Studi itu dilakukan oleh Dr. Wolfgang Paulus dari The University of Ulm yang
menemukan bahwa 42% wanita yang mendapatkan terapi akupuntur sebelum dan
sesudah IVF misalnya menjadi hamil bila dibandingkan dengan 26% yang tidak
mendapatkan terapi akupuntur.

Setahun kemudian Dr. Raymond Chang dan rekanya dari Cornell University's
Medical School di New York mempublikasikan laporan pada jurnal yang sama yang
menyatakan bahwa akupuntur akan membuat para wanita lebih rileks dan sirkulasi
produktifitas horman menjadi lancar yang akan membuat aliran ke uterus dimana
sang jabang bayi berada bisa lebih terjaga.

Menurut Dr Dr. Paul C. Magarelli yang merupakan spesialis kesuburan dari
Colorado Springs, Colorado, karena dua penelitian itu dipublikasikan melalui
sebuah jurnal yang prestisius maka kemudian banyak dokter yang lalu mencobanya.

Seorang akupuntur dari Stanford University for Integrative Medicine di Palo
Alto, Deming Huang mengatakan bahwa banyak pasien wanita yang kemudian mulai
menanyakan soal manfaat akupuntur ini kepada para dokter.

Terapi akupuntur sebagai usaha untuk membuat seorang wanita hamil kemudian
malah merambah ke layar kaca saat diserial TV Sex and The City karakter yang
memerankan sosok Charlotte mengungunjungi seorang akupuntur untuk berusaha
mengalami kehamilan.

Kamis, 04 Juni 2009

Jika Aku Tak Kunjung Hamil....

Sehabis menikah, setiap bulan diisi dengan antisipasi untuk memiliki anak. Beberapa kali mencoba alat tes kehamilan dan harapan untuk melihat tanda positif. Namun lama kelamaan harapan itu mulai pudar seiring tidak penah adanya tanda-tanda berita gembira. Alat tes kehamilan menjadi benda yang menghabiskan uang karena tidak pernah membawa hasil. Bulan, tahun, "selamanya"....fisik, mental dan emosional terkuras sudah. Ke dokter menjadi langganan, dan hubungan seksualpun menjadi rutinitas tanpa arti, sementara keinginan memilki bayi makin besar.

Apa yang harus anda lakukan ketika tak kunjung punya anak?

-Kenali perasaan anda. Tak kunjung hamil sementara sudah mencoba dan dikelilingi pasangan lain yang sudah punya 2 orang anak pasti membuat frustasi makin meningkat. Namun jangan biarkan itu membuat hidup anda menjadi makin bermasalah. Tetap realistis dengan perasaan anda, namun cobalah untuk tetap bersukacita, tidak bersungut-sungut, dan berpikir positif. Ini adalah langkah pertama yang penting.

-Jangan pernah menjadi retak dengan pasangan. Banyak pasangan yang berakhir dengan perceraian ketika bertahun-tahun menikah tanpa dikaruniai anak. Padahal inilah kesempatan untuk semakin dekat dengan pasangan, semakin memberi dorongan satu sama lain, semakin intim, saling mendoakan, tidak saling menyalahkan dan mengharapkan mujizat bersama. Ketika nantinya badai ini berhasil dialami, hubungan anda dan pasangan pasti makin indah. Pertahankan komitmen berdua!

-Cari dukungan. Pengalaman orang lain, pengetahuan umum dan nasehat dari sekitar harus dijadikan masukan dan pertimbangan.

-Hindari stress. Dilihat dari sudut pandang kesehatan, semakin stress maka tingkat kesuburan semakin kecil. Karena itu, jangan biarkan stress menghantui anda terus. Cari aktivitas yang membuat anda dan pasangan relaks dan bisa menikmati hari-hari berdua. Nonton, jalan-jalan, mendengar musik, adalah salah satu cara praktisnya.

-Selagi menunggu punya bayi, jangan menjadi sirik dengan mereka yang terlebih dulu dikaruniai anak. Justru ketika kerabat memiliki bayi, anda bisa ikut bahagia, cari tahu bagaimana caranya merawat kehamilan sampai kelahiran, dan ikut sesekali membantu baby sitting. Itu cara ‘latihan' yang baik.

-Ketahuilah bahwa anda tidak sendiri. Sebesar 10% dari pasangan mengalami masalah dengan kesuburan dan kehamilan. Kalau mereka bisa bertahan, anda juga pasti bisa.

-Introspeksi diri masing-masing. Dengan introspeksi diri, anda bisa mengatasi masalah ini dan membereskannya dengan lebih fokus pula.

-Hidup sehat. Ini adalah kesempatan untuk memulai hidup sehat. Sambil menunggu kehamilan, maka tidak ada salahnya anda dan pasangan menjaga kesehatan dengan hidup lebih disiplin dan baik dari sebelumnya. Ini adalah bukti kesungguhan bahwa anda rindu menjadi orang tua yang sehat dari bayi yang sehat pula.

-Tidak ada salahnya untuk alternatif. Selagi menunggu memiliki anak dari darah daging sendiri, tidak ada salahnya untuk mengambil langkah adopsi misalnya. Selain bisa menjadi bapak/ibu bagi anak yatim di luar sana, anda bisa latihan untuk menjadi ibu dan bapak yang baik. Tapi ingat, langkah alternative harus diiringi pertimbangan dan persiapan yang matang.

-Tetap usaha maksimal. Tunjukkan keseriusan hati anda untuk memiliki anak dengan usaha maksimal. Tetap periksa diri ke dokter, mengurangi kesibukan berlebihan. tetap berdoa, dan tentunya semakin mesra dengan pasangan. Kejenuhan adalah musuh anda satu-satunya.

-Beriman dan mengerti waktu Tuhan. Segala sesuatu ada waktunya. Kalau anda percaya bahwa Tuhan PASTI akan memberikan anak pada waktunya, maka bertahanlah dengan iman itu sampai anda melihat hasilnya. Pengharapan pada Tuhan tidak pernah mengecewakan.

-Yang paling penting, jangan pernah kehilangan harapan. Miracles still happen!


Resah Saat Si Baby Belum Juga Hadir...

Inilah susahnya hidup di Indonesia. Saat Anda masih asyik melajang, keluarga dan teman-teman terus saja bertanya, "Kapan kawin?" Setelah 2-3 tahun menikah, dan belum dikaruniai momongan, Anda masih juga dihujani pertanyaan, "Kapan nih punya anak?" Bila tubuh Anda sedikit gemuk lantaran lupa diet, teman langsung saja menembak, "Kamu hamil, ya?" Anda sedikit resah juga sih, mengingat usia yang sudah mendekati 35 tahun. Tetapi berondongan pertanyaan yang itu-itu saja seputar kapan punya anak, bukan lagi terasa sebagai perhatian mereka terhadap Anda, melainkan menjadi suatu siksaan. Siapa sih, yang tak ingin punya baby?

Jika Anda merasa terganggu dengan berbagai pertanyaan "menyudutkan" seperti itu, penting untuk menggali lebih dulu mengenai keinginan Anda (atau ketidakinginan Anda) memiliki anak. Coba jawab dengan jujur, apakah Anda ingin memiliki anak karena:

* Akan makin mendekatkan hubungan Anda dengan pasangan, atau Anda khawatir Anda dan pasangan dianggap "tidak mampu" memiliki anak?
* Hidup berkeluarga akan makin lengkap dengan kehadiran anak, atau tradisi menuntut Anda untuk memiliki anak?
* Untuk melanjutkan keturunan karena hal ini ada dalam kitab suci, atau Anda merasa harus "mengejar setoran" karena usia tak lagi muda?
* Anda dan suami sangat mencintai anak-anak, atau Anda dulu gagal menjadi orang yang Anda inginkan dan berharap anak yang dapat melakukannya?
* Anda memiliki naluri keibuan yang harus tersalurkan, atau Anda hanya ingin terbebas dari desakan keluarga?

Bila Anda lebih banyak mengkhawatirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan kedua, mungkin sebaiknya Anda berpikir ulang mengenai keinginan mempunyai anak. Bila kelahiran anak hanya disebabkan tuntutan dari luar diri Anda (seperti desakan keluarga), hal ini menjadi tidak adil bagi si anak. Sering kali orangtua merasa tidak sanggup memiliki anak, entah karena masalah biaya, tanggung jawab, atau memiliki anak tidak dirasakan sebagai "panggilan" bagi dirinya sehingga hadirnya anak hanya dirasakan sebagai beban. Anda memang tidak sepenuhnya salah karena lingkungan kitalah yang menuntut kita untuk meneruskan tradisi ini.

Adapun bagi Anda yang memang sudah lama mengharapkan kehadiran anak, Anda memang patut resah ketika si kecil tak juga hadir menemani Anda. Meskipun begitu, Anda tak sepatutnya merasa tersiksa akibat rongrongan dari orang-orang di sekitar Anda. Anda sudah cukup cemas, gelisah, atau sedih karena harapan Anda belum terpenuhi, maka tidak selayaknya orang lain makin membebani pikiran Anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang seolah menyalahkan itu.

Nah, bila saat ini Anda merasakan keresahan yang sama dengan perempuan-perempuan lain yang belum juga dianugerahi momongan, inilah yang perlu Anda pikirkan untuk melenyapkan kegelisahan Anda.

1. Selama 15 tahun terakhir, jumlah perempuan yang melahirkan pertama kali pada usia antara 30-39 tahun meningkat lebih dari dua kali lipat. Pada periode yang sama, jumlah perempuan usia di atas 40 tahun yang melahirkan untuk pertama kalinya, meningkat 50 persen. Jadi, memang ada kecenderungan demikian, yang artinya Anda tidak sendiri.

2. Risiko yang dihadapi dalam kehamilan setelah usia 35 tahun kadang-kadang dibesar-besarkan. Banyak wanita yang tetap mampu melahirkan dengan lancar, dengan anak yang sehat. Dalam banyak studi, terlihat bahwa wanita yang sehat hanya menghadapi risiko kehamilan yang rendah, meskipun kehamilan di atas usia 35 tahun sering dianggap meningkatkan risiko komplikasi. Dalam hal ini, usia bukan satu-satunya hal yang menentukan risiko, melainkan juga kesehatan Anda. Usia memang tak lagi dapat dilawan, tetapi Anda masih bisa mengubah pola hidup yang lebih sehat, bukan? Dan, menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab Anda lho, tetapi juga suami.

3. Masalah kesuburan yang sudah menurun, perubahan hormon yang memengaruhi ovulasi, menurunnya jumlah sel telur yang siap diovulasi, atau komplikasi kehamilan adalah beberapa risiko yang umumnya akan dihadapi perempuan usia di atas 35 tahun. Meskipun demikian, perkembangan dalam dunia medis dapat membantu perempuan menjalani kehamilan yang sehat. Anda dapat menjalani perawatan untuk meningkatkan kesuburan, mengurangi kekentalan darah, atau apa pun yang berkaitan dengan gangguan kesehatan pada diri Anda.

4. Ajak suami untuk ikut memeriksakan kesehatannya agar Anda berdua tahu apakah ada faktor dari diri suami yang juga menyulitkan Anda hamil. Bila Anda berdua sudah mengetahui penyebabnya, tentu akan lebih mudah menentukan perawatan apa yang harus dilakukan.

5. Sadarkah Anda bahwa ada hal yang menguntungkan dengan hamil pada usia yang sudah matang? Secara finansial maupun secara hubungan dengan pasangan, Anda sudah stabil. Anda mampu menjalani perawatan yang dibutuhkan (karena obat-obatan dan pemeriksaan lab tergolong mahal), dan sudah memiliki pengetahuan dan pengalaman mengurus anak, seperti keponakan.

6. Studi yang dilakukan Columbia University dan Johns’ Hopkins School of Medicine menunjukkan bahwa anak-anak yang dilahirkan perempuan berusia matang mampu menjalani hidupnya dengan lebih baik. Studi The Johns Hopkins (yang sudah berjalan selama 40 tahun) mendapati bahwa anak-anak dari ibu yang berusia matang cenderung tidak mengalami kehamilan saat remaja, umumnya kuliah di tempat yang baik, dan tidak terlibat dalam tindakan kriminal.

7. Meskipun selalu ada peningkatan risiko, mayoritas bayi yang lahir dari ibu berusia matang lahir dalam keadaan sehat. Dokter umumnya akan selalu memonitor kesehatan, dan menyarankan pemeriksaan tambahan bila diperlukan. Khawatir secara berlebihan justru akan berakibat buruk pada Anda dan pada bayi yang sedang Anda kandung (bila Anda saat ini sedang hamil). Hal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah menjalani perawatan selama kehamilan, menerapkan pola makan yang sehat, dan menikmati kehamilan Anda.